7 Tips Produktivitas yang ternyata Cocok denganku dan mungkin cocok denganmu
Dari beberapa buku yang pernah aku baca, video" youtube, online course, ini 7 prinsip dan tips yang bisa ningkatin produktivitasku.. Monggo..
1. DEEP WORK
Buat teman-teman yang punya tugas untuk manage team, atau berhubungan dengan orang secara intense, mungkin kurang cocok, tapi untuk kita yang perlu mengerjakan sesuatu dengan konsentrasi penuh dalam 1 tugas, misal, menulis, menggambar, mendesain, membuat konten, edit video atau create something Deep Work sangat berguna. Deep work pada dasarnya adalah menyisihkan durasi yang agak lama, mulai dari 90 menit sampai 4 jam untuk fokus mengerjakan 1 hal hingga tuntas, tanpa distraksi, tanpa multi-tasking, karena ketika kita pindah task, akan membutuhkan waktu untuk kembali ke task utamanya. Dengan Deep Work kita benar-benar blocking time, dan fokus pada 1 task dalam jangka waktu lama.
2. PLAN DI KALENDER
Membuat To-Do List sangat membantu sekali, tapi akan lebih powerful jika to do list tadi kita masukan ke kalender, aplikasi kalender seperti Google Calendar memiliki fitur blocking time, jadi misal ada 5 to do list hari ini, kita tentukan durasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan 5 task tadi, kemudian kita masukan ke kalender, Jam 9.00-10.00 Membuat Copywriting, Jam 11.00-13.00 Mengedit Foto, dan seterusnya, hingga tiap Task memiliki jam khusus untuk mengerjakannya, bukan hanya to do list yang tak berkesudahan
3. MENJAGA FLOW
Pernah gak sih ngerjain sesuatu dengan enjoy, terus menerus mengerjakan, tanpa rasa bosan, dan ngerasa ide itu ngalir aja terus, State itu bisa jadi adalah Flow State. Flow State adalah State atau keadaan emosi, pikiran, dan tubuh dalam keadaan yang mengalir, konsentrasi, fokus, tapi tidak tertekan. Untuk mencapai Flow ini kita harus memastikan apa yang kita kerjakan cukup menantang dan kita punya kapasitas untuk mengerjakannya, keseimbangan antara tantangan dan skill yang kita miliki. Ada berbagai cara untuk menjaga flow, seperti direct feedback. Ketika seorang penjahit mengerjakan sebuah produk, iya akan lebih bisa nge-flow, ketika ada yang bisa memberi feedback secara langsung, tidak ada jeda menunggu, atau tidak ada kebingungan, begitu juga dengan desainer, ketika mengerjakan ditemani oleh atasan, proses pengerjaan bisa lebih cepat.
4. BLOCK SEMUA FEED

Di semua sosial media atau aplikasi hiburan, Feed atau halaman utama konten bentuknya ENDLESS, alias tidak berujung, Youtube, ketika kita scroll scroll terus tidak akan ada habisnya, Feed Instagram juga begitu, ketika kita scroll, akan ada terus konten, bahkan ketika konten uploadan dari orang yang kita follow telah habis, Instagram merekomendasikan konten konten yang sekiranya kita suka. ENDLESS Feed ini cukup berbahaya. KPI nya tim Instagram memang bagaimana membuat kita spend lebih banyak waktu di Instagram dengan berbagai cara, desain UI/UX, algoritma yang canggih yang membuat kita betah di sana. Yang bahaya ke-asyikan scroll, kerjaan jadi ketunda. Nah ada solusi yang lumayan jitu buatku, Install "News Feed Eradicator" di Chrome. Dia akan ngehide feed-feed di berbagai sosial media facebook, instagram, youtube, twitter dll. Jadi kita tidak lagi terjebak di Feed yang tak berkesudahan
5.KETAHUI TUJUAN DARI APA YANG DIKERJAKAN
Ini juga masih ada hubungan dengan Flow, sering-sering cek ke dalam diri, "Apa ya tujuan aku kerjain ini?" akan sangat membantu produktivitas. Jadi kita tahu apa yang kita kerjakan apa dampaknya. Begitu kita sadar apa yang kita kerjakan ternyata bukan sesuatu yang penting atau bukan sesuatu yang berdampak maka kita bisa stop mengerjakan hal itu. Tapi ketika kita tahu apa tujuannya dan apa dampaknya bagi kita dan orang lain, maka kita punya keinginan bulat untuk menyelesaikannya dan memproduksi hasil dengan baik. Produktif itu bukan berarti 24 jam bekerja, tapi apa yang dikerjakan memiliki dampak yang kita harapankan. Bermain bersama anak bisa jadi kegiatan yang produktif, karena memiliki manfaat yang bernilai bagi kita dan anak. Istirahat cukup adalah kegiatan yang produktif, karena berdampak pada fisik kita yang lebih fit dan lebih mudah konsentrasi. Makan secara sadar penuh tanpa sambil mengerjakan sesuatu juga bisa jadi produktif karena dapat meningkatkan kualitas pencernaan kita.
6. SEGERA OPER BOLA PANASNYA
Mengerjakan sebuah tugas itu ibarat bola panas, jangan sampai terlalu lama kita genggam. Terlalu lama kita genggam, akan membuat kita kebakar. Jadi segera oper atau berikan hasil dari tugas itu ke orang yang perlu menerimanya. Misal di kantor, ada yang bertugas menjadi desainer grafis, dia punya tugas mendesain poster untuk sebuah event, di mulai mengerjakan, dan terus menerus mengerjakan, tapi tidak merasa puas dengan hasilnya, hingga pekerjaan butuh waktu yang lama, sampai akhirnya deadline di depan mata. Mengoper bola panas, jika dalam cerita tadi adalah segera menyelesaikan tugas desain tadi, tidak sampai sempurna (nilai 90 itu sudah masuk dapat A kok), dan segera memberikan ke kliennya, dan klien bisa segera memberi feedback. dengan segera menyerahkan ke orang selanjutnya, tugas akan berprogress lebih cepat. Orang selanjutnya tidak menunggu terlalu lama dan jadi idle, dia juga bisa segera move on ke tugas selanjutnya. Jadi Segera Oper Bola Panasnya. Konsep ini aku kenal dari mas Angky Andang, atasan sekaligus mentorku dulu. :)
7. WHO NOT HOW
Siapa, bukan bagaimana. Jadi suatu hari aku sedang membuat copywriting deskripsi produk untuk sebuah produk, aku berusaha mencari tahu, melihat jenis kainnya, atributnya, kira-kira mengapa produk itu dibuat, apa tujuannya dst, proses ini makan waktu yang lama, karena aku mencarinya sendiri, sampai akhirnya aku sadar, kenapa tidak tanya langsung ke sang pembuat? Nah langsunglah aku tanya ke Perancang produk tersebut, dan ia menjelaskan semuanya. Pekerjaan yang seharusnya bisa dikerjakan dalam 30 menit, malah aku kerjakan berjam-jam. Pelajarannya adalah, ketika kita tahu siapa yang bisa membantu kita untuk mengerjakan, jangan pusing-pusing cari HOW atau bagaimana caranya, kalau bisa tanya, langsung tanya aja ke WHO, orang yang sudah tahu caranya, sudah punya informasinya. WHO not HOW ini bukan dijadikan alasan kita untuk tidak berusaha, tapi cukup cerdas untuk mengetahui WHO/siapa yang bisa membantuku untuk menyelesaikan dengan lebih cepat. Konsep ini aku dapatkan dari buku WHO NOT HOW by Dan Sullivan (Author), Benjamin Hardy (Author)
Saat nulis ini, baru itu aja yang terpikirkan. mungkin suatu saat akan aku tambah terus menerus, ketika dapat pencerahan" mini tentang produktivitas.
Akhir kata, semoga bermanfaat dan tetap produktif!!